Ilmu kependudukan dapat didefinisikan sebagai Ilmu yang mempelajari tentang
jumlah, persebaran territorial, komposisi penduduk serta perubahan dan penyebab
perubahan-perubahan yang terjadi tersebut yang biasanya timbul karena natalitas
(fertilitas), mortalitas, gerak teritorial (migrasi) dan mobilitas sosial
(perubahan status). Ilmu kependudukan tidak hanya mencakup komposisi penduduk
atau perubahan penduduk saja tetapi ilmu kependudukan mencangkup lebih luas
dari aspek-aspek tersebut salah satunya perkembangan kependudukan dalam suatu
wilayah ataupun Negara.
Masalah kependudukan merupakan masalah yang penting dalam pembangunan suatu
negara. Masalah penduduk seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, kurangnya
pendidikan, kriminalitas dan lain sebagainya merupakan beberapa masalah
kependudukan yang hingga saat ini belum dapat teratasi bagi Negara Indonesia
yang dapat menghambat laju perkembangan pembangnan nasional Negara. Maka
Informasi tentang jumlah penduduk serta komposisi penduduk menurut umur, jenis
kelamin, pendidikan, tempat tinggal, pekerjaan penting diketahui terutama untuk
mengembangkan perencanaan pembangunan manusia, baik itu pembangunan ekonomi,
sosial, politik, lingkungan dan lain-lain yang terkait dengan peningkatan
kesejahteraan manusia dalam suatu Negara yang sedang berkembang seperti Negara
Indonesia ini.
Saat dasawarsa abad ke-21 hampir
berakhir, Indonesia muncul sebagai negara berpendapatan menengah, kuat secara
ekonomi, stabil secara politik, serta semakin percaya diri dan mengemuka secara
global. Hal ini sama sekali tidak terbayangkan di satu dasawarsa lalu, saat
Indonesia mengalami krisis ekonomi besar yang mengakibatkan kerusakan ekonomi
pada jutaan rumah tangga, peningkatan tajam dalam tingkat kemiskinan, penurunan
PDB sebesar 13 persen, dan kenyarisan kebangkrutan dalam sektor keuangan.
Krisis ekonomi mengakibatkan runtuhnya Orde Baru, menghasilkan masa pergolakan
politik yang ditandai beberapa perubahan dalam pemerintahan dan memuncaknya
ketegangan separatisme. Selama dasawarsa terakhir, sistem fiskal dan politik
Indonesia telah mengalami transformasi. Walaupun jarang disebutkan, Indonesia
ternyata juga tengah berada dalam pergeseran demografis dan geografis yang
mendasar. Indonesia sekarang merupakan negara perkotaan karena lebih dari 50
persen penduduknya tinggal di daerah perkotaan. Dan dalam lima tahun ke depan,
penduduk Indonesia akan mencapai 250 juta orang, di mana sekitar 60 persennya
tinggal di perkotaan. Di saat yang sama, akan terjadi penurunan tingkat
kesuburan dan peningkatan tajam dalam jumlah penduduk usia tua, yang akan
menjadikan Indonesia terus menikmati ""berkah demografis""
dalam dasawarsa mendatang karena penduduk berusia kerja meningkat terhadap
kelompok populasi lainnya.
Karena prestasi Indonesia di masa
lalu, sangatlah mungkin untuk membayangkan Indonesia baru di dasawarsa
mendatang sebagai tempat bagi setiap anak mendapatkan pendidikan dasar yang
berkualitas dan menyelesaikan pendidikan menengah; Indonesia yang jalan rayanya
yang menghubungkan Surabaya dengan Jakarta dan Medan serta menyediakan akses
pasar dan jalur ekonomi ke kota dan desa yang dilewatinya; Indonesia yang
berdaya saing global bukan hanya di sektor berbasis komoditas yang merupakan
keunggulan alaminya, tapi juga dalam beberapa industri jasa dan manufaktur; dan
Indonesia adalah tempat di mana bangsanya dapat menikmati akses ke pelayanan
kesehatan berkualitas yang terjangkau. Jika Indonesia dapat meneruskan
mengembangkan fondasi makroekonomi dan stabilitas politik yang telah
dibentuknya serta mempercepat pertumbuhan sekaligus memastikan pertumbuhan yang
merata dan berkesinambungan, Indonesia berpotensi untuk menjadi negara
berpendapatan menengah yang dinamis, kompetitif dan inklusif dalam dasawarsa
mendatang.
Selain itu, sebagai awal dalam memperbaiki perkembangan kependudukan agar
pembangunan nasional dapat berhasil pemerintah harusnya melakukan berbagai cara
untuk menanggulangi permasalahan yang ada pada saat ini. Sebagai langkah dasar
dalam menanggulangi permasalahan kependudukan pemerintah sebaiknya dapat
menekan laju pertumbuhan penduduk yang semakin pesat, seperti program KB
(Keluarga Berencana) harus lebih diperketat lagi seperti pada penggunaan
program KB beberapa tahun yang lalu. Diharapkan, program KB dapat menjadi salah
satu kunci sukses untuk menekan laju kependudukan. Permasalahan kependudukan
ini harus segera ditangani, dan diharapkan semua pihak dapat ikut membantu
menekan laju pertumbuhan penduduk dengan ber-KB. Jika masalah ini tidak segera
ditangani, maka dikhawatirkan semakin banyak penduduk, maka semakin lambat dan
mungkin dapat menghambat pembangunan Nasional. Selain itu, program KB ini
juga diharapkan dapat memperkecil tingkat kriminalitas, kurangnya pendidikan,
kesenjangan sosial, dan juga kemiskinan yang sebenarnya disebabkan karena
himpitan ekonomi yang ada.
Selain itu untuk menanggulangi masalah-masalah tersebut pemerintah juga
dapat merancang sebuah program penyuluhan pengentasan Kemiskinan dengan
melibatkan dan mengedepankan peran serta masyarakat sasaran sejak dari tahap
persiapan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Sedangkan untuk pendidikan
sendiri program wajib belajar 9 tahun dan juga bantuan operasional sekolah
(BOS) agar anak-anak setidaknya mendapatkan pendidikan standart yang ditentukan
yaitu 9 tahun serta bantuan dana untuk proses belajar.
Dengan adanya program-program tersebut diharapkan masalah kependudukan
dapat sedikit demi sedikit terselesaikan dan tidak menghambat laju perkembangan
pembangunan nasional yang telah dirancang. Sehingga Negara Indonesia dapat
berkembang dalam segi kependudukan, ekonomi, sosial, politik dan juga budaya.
dan akhirnya Negara Indonesia dapat menjadi Negara yang lebih maju dan dapat
mensejahterakan penduduknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar