Selasa, 18 November 2014

Menjadi Negara yang Lebih Maju dan Kesejahteraan Penduduk

            Ilmu kependudukan dapat didefinisikan sebagai Ilmu yang mempelajari tentang jumlah, persebaran territorial, komposisi penduduk serta perubahan dan penyebab perubahan-perubahan yang terjadi tersebut yang biasanya timbul karena natalitas (fertilitas), mortalitas, gerak teritorial (migrasi) dan mobilitas sosial (perubahan status). Ilmu kependudukan tidak hanya mencakup komposisi penduduk atau perubahan penduduk saja tetapi ilmu kependudukan mencangkup lebih luas dari aspek-aspek tersebut salah satunya perkembangan kependudukan dalam suatu wilayah ataupun  Negara.
            Masalah kependudukan merupakan masalah yang penting dalam pembangunan suatu negara. Masalah penduduk seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, kurangnya pendidikan, kriminalitas dan lain sebagainya merupakan beberapa masalah kependudukan yang hingga saat ini belum dapat teratasi bagi Negara Indonesia yang dapat menghambat laju perkembangan pembangnan nasional Negara. Maka Informasi tentang jumlah penduduk serta komposisi penduduk menurut umur, jenis kelamin, pendidikan, tempat tinggal, pekerjaan penting diketahui terutama untuk mengembangkan perencanaan pembangunan manusia, baik itu pembangunan ekonomi, sosial, politik, lingkungan dan lain-lain yang terkait dengan peningkatan kesejahteraan manusia dalam suatu Negara yang sedang berkembang seperti Negara Indonesia ini.
            Saat dasawarsa abad ke-21 hampir berakhir, Indonesia muncul sebagai negara berpendapatan menengah, kuat secara ekonomi, stabil secara politik, serta semakin percaya diri dan mengemuka secara global. Hal ini sama sekali tidak terbayangkan di satu dasawarsa lalu, saat Indonesia mengalami krisis ekonomi besar yang mengakibatkan kerusakan ekonomi pada jutaan rumah tangga, peningkatan tajam dalam tingkat kemiskinan, penurunan PDB sebesar 13 persen, dan kenyarisan kebangkrutan dalam sektor keuangan. Krisis ekonomi mengakibatkan runtuhnya Orde Baru, menghasilkan masa pergolakan politik yang ditandai beberapa perubahan dalam pemerintahan dan memuncaknya ketegangan separatisme. Selama dasawarsa terakhir, sistem fiskal dan politik Indonesia telah mengalami transformasi. Walaupun jarang disebutkan, Indonesia ternyata juga tengah berada dalam pergeseran demografis dan geografis yang mendasar. Indonesia sekarang merupakan negara perkotaan karena lebih dari 50 persen penduduknya tinggal di daerah perkotaan. Dan dalam lima tahun ke depan, penduduk Indonesia akan mencapai 250 juta orang, di mana sekitar 60 persennya tinggal di perkotaan. Di saat yang sama, akan terjadi penurunan tingkat kesuburan dan peningkatan tajam dalam jumlah penduduk usia tua, yang akan menjadikan Indonesia terus menikmati ""berkah demografis"" dalam dasawarsa mendatang karena penduduk berusia kerja meningkat terhadap kelompok populasi lainnya.
            Karena prestasi Indonesia di masa lalu, sangatlah mungkin untuk membayangkan Indonesia baru di dasawarsa mendatang sebagai tempat bagi setiap anak mendapatkan pendidikan dasar yang berkualitas dan menyelesaikan pendidikan menengah; Indonesia yang jalan rayanya yang menghubungkan Surabaya dengan Jakarta dan Medan serta menyediakan akses pasar dan jalur ekonomi ke kota dan desa yang dilewatinya; Indonesia yang berdaya saing global bukan hanya di sektor berbasis komoditas yang merupakan keunggulan alaminya, tapi juga dalam beberapa industri jasa dan manufaktur; dan Indonesia adalah tempat di mana bangsanya dapat menikmati akses ke pelayanan kesehatan berkualitas yang terjangkau. Jika Indonesia dapat meneruskan mengembangkan fondasi makroekonomi dan stabilitas politik yang telah dibentuknya serta mempercepat pertumbuhan sekaligus memastikan pertumbuhan yang merata dan berkesinambungan, Indonesia berpotensi untuk menjadi negara berpendapatan menengah yang dinamis, kompetitif dan inklusif dalam dasawarsa mendatang.
Selain itu, sebagai awal dalam memperbaiki perkembangan kependudukan agar pembangunan nasional dapat berhasil pemerintah harusnya melakukan berbagai cara untuk menanggulangi permasalahan yang ada pada saat ini. Sebagai langkah dasar dalam menanggulangi permasalahan kependudukan pemerintah sebaiknya dapat menekan laju pertumbuhan penduduk yang semakin pesat, seperti program KB (Keluarga Berencana) harus lebih diperketat lagi seperti pada penggunaan program KB beberapa tahun yang lalu. Diharapkan, program KB dapat menjadi salah satu kunci sukses untuk menekan laju kependudukan. Permasalahan kependudukan ini harus segera ditangani, dan diharapkan semua pihak dapat ikut membantu menekan laju pertumbuhan penduduk dengan ber-KB. Jika masalah ini tidak segera ditangani, maka dikhawatirkan semakin banyak penduduk, maka semakin lambat dan mungkin dapat menghambat pembangunan Nasional.  Selain itu, program KB ini juga diharapkan dapat memperkecil tingkat kriminalitas, kurangnya pendidikan, kesenjangan sosial, dan juga kemiskinan yang sebenarnya disebabkan karena himpitan ekonomi yang ada.
Selain itu untuk menanggulangi masalah-masalah tersebut pemerintah juga dapat merancang sebuah program penyuluhan pengentasan Kemiskinan dengan melibatkan dan mengedepankan peran serta masyarakat sasaran sejak dari tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Sedangkan untuk pendidikan sendiri program wajib belajar 9 tahun dan juga bantuan operasional sekolah (BOS) agar anak-anak setidaknya mendapatkan pendidikan standart yang ditentukan yaitu 9 tahun serta bantuan dana untuk proses belajar.

Dengan adanya program-program tersebut diharapkan masalah kependudukan dapat sedikit demi sedikit terselesaikan dan tidak menghambat laju perkembangan pembangunan nasional yang telah dirancang. Sehingga Negara Indonesia dapat berkembang dalam segi kependudukan, ekonomi, sosial, politik dan juga budaya. dan akhirnya Negara Indonesia dapat menjadi Negara yang lebih maju dan dapat mensejahterakan penduduknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar