Selasa, 18 November 2014

Ibuku Segalanya Bagiku

Ingatkah kamu? Apa saja yang kamu lakukan didalam kandungan ibumu selama 9 bulan. Tak mungkin kamu mengingatnya, tetapi ibumu pasti selalu ingat saat – saat yang berharga itu. Dia yang melindungimu, menjagamu,  dan menanti – nantikanmu untuk turun kedunia.

Tepat pada tanggal 14 Juli 1997 aku dilahirkan. Dengan susah payah ibu melahirkanku dengan bertarung nyawanya. Tetapi ibu selalu sabar dan kuat untuk melahirkanku karena ibu telah lama menunggu kehadiranku. Ibu yang sangat menyayangiku dan ibu yang telah menyusuiku, menyuapiku, memandikanku, menggendongku disaat aku kecil dengan penuh kasih sayang, ia merawatku tanpa harus mengeluh sedikitpun hingga aku berumur 1 tahun ibuku membelajariku untuk berbicara dan berjalan.

Hingga disaat aku masuk disekolah dasar (SD) ibuku yang selalu mengantarkanku disaat aku berangkat sekolah da juga menjemputku disaat aku pulang sekolah. Ibuku tak pernah telat untuk menjemputku karena karena dia pasti tak ingin aku menangis dan takut untuk menunggu. Dan disaat aku beranjak ke kelas 4 SD aku diberi hadiah sepeda dihari ulang tahunku oleh ibu. Aku sangat senang dan ibuku yang membelajariku untuk naik sepeda. Tapi disaat aku sudah lancar untuk menaiki sepeda. Aku selalu ngotot ingin menggunakan sepeda disaat berangkat kesekolah bersama teman – teman. Tetapi ibu selalu melarangku untuk menaiki sepeda. Mungking itu semua  ibu lakukan karena ibu menyayangiku dan takut jika aku akan capek dan sakit. Tetapi aku merengek kepada ibu hingga aku menangis ibukupun mengizinkanku dan aku berangkat kesekolah bersama teman – teman mena iku sepeda tetapi disaat pulang sekolah sesampai dirumah akupun merasa capek hingga aku sampai jatuh sakit, ibuku sangat sedih dan aku menyesal sudah membantah ibu ibuku tak mengeluh sedikitpun untuk merawatku disaat aku akit dan disaat aku sedihpun ibuku selalu menghiburku dan membeirkan motivasi untuk menjadi anak yang kuat. Disaat aku beranjak kekelas 6 SD aku  akan menghadapi ujian nasional. Ibuku selalu mendo’akanku supaya aku lulus, dan menjadi anak yang sukses. Do’a ibupun terkabul. Aku lulus dengan nilai yang kurang memuaskan tetapi ibuku tetap bangga padaku.
Disaat aku beranjak SMP aku merasa mulai jauh dengan ibu. Aku terlalu menggunaka  waktuku untuk bermain bersama teman – teman disaat aku sudah mulai mengenal dunia luar. Tetapi ibu tetap menyayangiku dan memanjakanku. Aku senang mempuyai ibu yang sangat menyayangiku. Ibu yang selalu mendo’akanku agar aku bisa menjadi anak yang kuat baik, dan sukses. Tetapi aku hanya  bisa membuat ibu sedih, marah, membant ah bila  dinasehati ibu, melawan bila dikasih tahu, dan yang selalu meremehkan masakan masakan ibu. Ibu hanya tersenyum. Dia selalu berusaha untuk membahagiakannku.


Disaat aku menginjak remaja (SMA) aku memutuskan untuk sekolah dikota dan jauh dari ibu. Dan aku merasa kesepian, rasanya pengen selalu berada disamping ibu. Apakah ibu juga merasakan apa yang aku rasakan ? Ternyata iya, ibupun pasti juga merasa kesepian, ibu selalu menunggu hari sabtu disaat aku harus pulang. Disaat a ku sudah jauh dengan ibuku seperti ini aku menyesal dulu sudah pernah membuat ibu sedih, marah, sela lu membantah bila dikasih tau, selalu melawan ibu, dan selalu meremehkan masakan ibu. Kusadari bahwa semua itu sangat salah. Aku menangis jika mengingat semua  itu. Disaat seperti ini aku tidak mau jauh dengan ibu, aku ingin selalu berada didekat ibu, tapi aku harus sadar bahwa aku harus belajar mandiri  dari sekarang tanpa harus merepotkan ibu lagi. Dan rasanya aku ingin sekali membalas jasa – jasa ibu, tetapi sesampai saat ini aku belum bisa untuk membalas semua kebaikan dan jasa – jasa seorang ibu, jasa – jasa yang telah ibu berikan disaat aku masih kecil hingga sampai saat ini ibu yang selalu melindungiku dari segala bahaya. Disaat aku senang ibupun selalu ikut senang dan disaat aku sedih ibupun juga akan ikut sedih. Sesungguhnya  aku ingin sekali memeluk ibu aku ingin meminta maaf dan sujud dikaki ibu karena selama ini yang bisa aku lalukan hanya menyusahkan ibu saja. Aku ingin mewujudkan semua keinginan ibu. Aku berjanji bila aku bisa aku akan mewujudkan semua keinginan ibu akan selalu menjaga ibu dihari tua dan mendo’akan ibu supaya ibu selalu sehat  dan semoga Tuhan memberikan kebahagiaan untuk ibu. Ibu segalanya dihidupku, ibu yang kucinta didalam hatiku, dan terbaik dimataku. Terimakasih ibu tersayang ibu memang segalanya bagiku. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar