Ingatkah kamu? Apa saja yang kamu lakukan didalam kandungan ibumu selama
9 bulan. Tak mungkin kamu mengingatnya, tetapi ibumu pasti selalu ingat saat –
saat yang berharga itu. Dia yang melindungimu, menjagamu, dan menanti – nantikanmu untuk turun kedunia.
Tepat pada tanggal 14 Juli 1997 aku dilahirkan. Dengan susah payah ibu
melahirkanku dengan bertarung nyawanya. Tetapi ibu selalu sabar dan kuat untuk
melahirkanku karena ibu telah lama menunggu kehadiranku. Ibu yang sangat
menyayangiku dan ibu yang telah menyusuiku, menyuapiku, memandikanku,
menggendongku disaat aku kecil dengan penuh kasih sayang, ia merawatku tanpa
harus mengeluh sedikitpun hingga aku berumur 1 tahun ibuku membelajariku untuk
berbicara dan berjalan.
Hingga disaat aku masuk disekolah dasar (SD) ibuku yang selalu
mengantarkanku disaat aku berangkat sekolah da juga menjemputku disaat aku
pulang sekolah. Ibuku tak pernah telat untuk menjemputku karena karena dia
pasti tak ingin aku menangis dan takut untuk menunggu. Dan disaat aku beranjak
ke kelas 4 SD aku diberi hadiah sepeda dihari ulang tahunku oleh ibu. Aku
sangat senang dan ibuku yang membelajariku untuk naik sepeda. Tapi disaat aku
sudah lancar untuk menaiki sepeda. Aku selalu ngotot ingin menggunakan sepeda
disaat berangkat kesekolah bersama teman – teman. Tetapi ibu selalu melarangku
untuk menaiki sepeda. Mungking itu semua
ibu lakukan karena ibu menyayangiku dan takut jika aku akan capek dan
sakit. Tetapi aku merengek kepada ibu hingga aku menangis ibukupun
mengizinkanku dan aku berangkat kesekolah bersama teman – teman mena iku sepeda
tetapi disaat pulang sekolah sesampai dirumah akupun merasa capek hingga aku
sampai jatuh sakit, ibuku sangat sedih dan aku menyesal sudah membantah ibu
ibuku tak mengeluh sedikitpun untuk merawatku disaat aku akit dan disaat aku
sedihpun ibuku selalu menghiburku dan membeirkan motivasi untuk menjadi anak
yang kuat. Disaat aku beranjak kekelas 6 SD aku
akan menghadapi ujian nasional. Ibuku selalu mendo’akanku supaya aku
lulus, dan menjadi anak yang sukses. Do’a ibupun terkabul. Aku lulus dengan
nilai yang kurang memuaskan tetapi ibuku tetap bangga padaku.
Disaat aku beranjak SMP aku merasa mulai jauh dengan ibu. Aku terlalu
menggunaka waktuku untuk bermain bersama
teman – teman disaat aku sudah mulai mengenal dunia luar. Tetapi ibu tetap
menyayangiku dan memanjakanku. Aku senang mempuyai ibu yang sangat
menyayangiku. Ibu yang selalu mendo’akanku agar aku bisa menjadi anak yang kuat
baik, dan sukses. Tetapi aku hanya bisa
membuat ibu sedih, marah, membant ah bila dinasehati ibu, melawan bila dikasih tahu, dan
yang selalu meremehkan masakan masakan ibu. Ibu hanya tersenyum. Dia selalu
berusaha untuk membahagiakannku.
Disaat aku menginjak remaja (SMA) aku memutuskan untuk sekolah dikota dan
jauh dari ibu. Dan aku merasa kesepian, rasanya pengen selalu berada disamping
ibu. Apakah ibu juga merasakan apa yang aku rasakan ? Ternyata iya, ibupun
pasti juga merasa kesepian, ibu selalu menunggu hari sabtu disaat aku harus
pulang. Disaat a ku sudah jauh dengan ibuku seperti ini aku menyesal dulu sudah
pernah membuat ibu sedih, marah, sela lu membantah bila dikasih tau, selalu
melawan ibu, dan selalu meremehkan masakan ibu. Kusadari bahwa semua itu sangat
salah. Aku menangis jika mengingat semua
itu. Disaat seperti ini aku tidak mau jauh dengan ibu, aku ingin selalu
berada didekat ibu, tapi aku harus sadar bahwa aku harus belajar mandiri dari sekarang tanpa harus merepotkan ibu
lagi. Dan rasanya aku ingin sekali membalas jasa – jasa ibu, tetapi sesampai
saat ini aku belum bisa untuk membalas semua kebaikan dan jasa – jasa seorang
ibu, jasa – jasa yang telah ibu berikan disaat aku masih kecil hingga sampai
saat ini ibu yang selalu melindungiku dari segala bahaya. Disaat aku senang
ibupun selalu ikut senang dan disaat aku sedih ibupun juga akan ikut sedih.
Sesungguhnya aku ingin sekali memeluk
ibu aku ingin meminta maaf dan sujud dikaki ibu karena selama ini yang bisa aku
lalukan hanya menyusahkan ibu saja. Aku ingin mewujudkan semua keinginan ibu.
Aku berjanji bila aku bisa aku akan mewujudkan semua keinginan ibu akan selalu
menjaga ibu dihari tua dan mendo’akan ibu supaya ibu selalu sehat dan semoga Tuhan memberikan kebahagiaan untuk
ibu. Ibu segalanya dihidupku, ibu yang kucinta didalam hatiku, dan terbaik
dimataku. Terimakasih ibu tersayang ibu memang segalanya bagiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar