PERSONALITY
(KEPRIBADIAN)
MAKALAH
UNTUK
MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Perilaku
Organisasional
Yang dibina
oleh Prof.Dr.H.Budi Eko Soetjipto,M.Ed,M.si
Oleh :
Halimatus Sadiyah
140413600050

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN
November 2015
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ............................................................................................................. i
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
1.1.
Latar Belakang ................................................................................ 1
1.2.
Rumusan Masalah ........................................................................... 1
1.3.
Tujuan Penulisan Makalah ............................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 2
2.1 Pengertian
Kepribadian........................................................................ 2
2.2
Sifat-Sifat Kepribadian.................................................................... 2
2.3
Aspek-Aspek Kepribadian............................................................... 4
2.4
Ciri-Ciri Kepribadian........................................................................ 5
2.5
Faktor-Faktor Kepribadian............................................................... 6
2.6
Identifikasi Kepribadian.................................................................. 7
2.7 ..... Menilai Kepribadian......................................................................... 7
BAB III PENUTUP ................................................................................................. 9
3.1
Kesimpulan.......................................................................................
9
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 10
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Manusia adalah makhluk yang sulit di pahami karena
keunikannya. Dengan keunikannya manusia
adalah makhluk yang berbeda dari makhluk yang lain. Bagaimanapun sulitnya
manusia tak pernah berhenti berusaha menemukan jawaban yang dicarinya dan
selalu mencari tahu dan tidak pernah puas dengan pengetahuan-pengetahuan yang
diperolehnya, termasuk pengetahuan tentang dirinya sendiri atau sesamanya.
Sekian banyak upaya yang telah diarahkan untuk memahami manusia tetapi tidak
semua upaya membawa hasil, namun upaya pemahaman tentang manusia tetap memiliki
arti penting dan tetap harus di laksanakan. Bisa dikatakan bahwa kualitas hidup
manusia, tergantung kepada peningkatan pemahaman kita tentang manusia.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Apa pengertian kepribadian ?
2.
Apa saja sifat-sifat kepribadian?
3.
Apa saja aspek-aspek kepribadian?
4.
Apa saja ciri-ciri kepribadian ?
5.
Apa saja faktor penentu kepribadian ?
6.
Bagaimana cara mengidentifikasi kepribadian ?
7.
Bagaimana cara menilai kepribadian ?
1.3 Tujuan
Penulisan Makalah
1.
Untuk mengetahui pengertian kepribadian.
2.
Untuk mengetahui sifat-sifat kepribadian.
3.
Untuk mengetahui aspek-aspek kepribadian.
4.
Untuk mengetahui ciri-ciri kepribadian.
5.
Untuk mengetahui faktor penentu kepribadian.
6.
Untuk mengetahui cara mengidentifikasi kepribadian.
7.
Untuk mengetahui cara menilai kepribadian.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Kepribadian
Kepribadian
adalah karakteristik psikologis seseorang yang menentukan dan merefleksikan
bagaimana seseorang merespon lingkungannya(Schiffman dan Kanuk,2000). Berdasarkan
definisi ini maka bisa disimpulkan bahwa yang ditekankan adalah
karakter-karakter internal termasuk didalamnya berbagai atribut, sifat, tindakan
yang membedakan dengan orang lain. Secara praktis konsep kepribadian dapat
didefinisikan sebagai seperangkat pola perasaan, pemikiran dan perilaku yang
unik yang menjadi standar respon konsumen untuk berbagai situasi.
Pola ini memiliki beberapa ciri
khas yaitu :
1. Mencerminkan
perbedaan individu
2. Konsisten
3. Psikologis
dan fisiologi
4. Kepribadian
dapat berubah
5. Kepribadian
berinteraksi dengan situasi
Beberapa definisi kepribadian
menurut para ahli sosiologi antara lain sebagai berikut,
·
Gordon W. Allport: Menurutnya, pengertian kepribadian
adalah organisasi sistem jiwa raga yang dinamis dalam diri individu yang menentukan
penyesuaian dirinya yang unik terhadap lingkungannya.
·
M.A.W. Brower: Pengertian kepribadian menurut
M.A.W. Brower adalah corak tingkah laku sosial yang terdiri dari corak
kekuatan, dorongan, keinginan, opini, dan sikap-sikap seseorang.
·
Theodore M. Newcomb: Menurut Theodore M. Newcom bahwa
pengertian kepribadian adalah organisasi sikap-sikap (predispositions)
yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang pemiliknya.
·
John F. Cuber: Menurut John F. Cuber, kepribadian
adalah keseluruhan sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang.
·
J. Milton Yinger: Kepribadian adalah keseluruhan
perilaku seseorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu dengan
berinteraksi dengan serangkaian situasi.
2.2 Sifat-Sifat Kepribadian
Sifat-sifat
kepribadian:
1.
Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai
oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena
yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi.
Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada,
pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya
diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan
yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu,
ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
2.
Rendah Hati
Beda dgn rendah diri yg merupakan kelemahan, kerendahhatian justru
mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah
hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah
hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang
yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa
minder.
3.
Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang
yg setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya
komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
4.
Bersikap Positif
Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari
kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka
membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai
harapan drpd keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih
suka memuji daripada mengecam, dsb.
5.
Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan
tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang
ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu
berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga
dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang
lain.
6.
Bertanggung Jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan
sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika
mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan.
Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan
siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas
apapun yang dialami dan dirasakannya.
7.
Kepercayaan Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana
adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri
mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa
yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
8.
Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dr kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan
permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan
dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
9.
Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka
membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah
besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa
depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di
luar kontrolnya.
10.
Empaty
Empati
adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja pendengar
yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika
terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak,
tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha
memahami dan mengerti orang lain
2.3 Aspek-Aspek
Kepribadian
Menurut Abin Syamsuddin (2003) yang mengemukakan
mengenai aspek-apek kerpibadian yaitu sebagai berikut...
- Karakter, adalah konsekuen tidaknya mematuhi etika perilaku konsiten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.
- Temperamen, adalah disposisi rekatif seorang, atau cepat lambatnya mengenai mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan akan yang datang dari lingkungannya.
- Sikap, ialah sambutan terhadap objek yang sifatnya positif, negatif atau ambivalen.
- Stabilitas emosi, yaitu ukuran kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan lingkungannya, Misalnya mudah tidak tersinggung, marah, putus asah atau sedih.
- Responsibilitas (tanggung jawab), yaitu kesiapan untuk menerima risiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. Misalnya mau menerima risiko yang wajar, cuci tangan, atau melarikan diri dari risiko yang dihadapi.
- Sosiabilitas , adalah disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. Misalnya, sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.
2.4 Ciri-Ciri Kepribadian
Ciri-ciri
kepribadian merupakan karakteristik yang menggambarkan perilaku dan budi
pekerti seseorang. Ciri-ciri kepribadian adalah sebagai berikut:
- Ciri-Ciri Kepribadian Sehat
- secara realistik, mengenai kelebihan dan kekurangan baik secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.
- Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik; dapat menilai keberhasilan yang dieroleh dan diraih secara rasionalm tidak menjadi sombong, angkuh, atau mengalami superiority compelx jika memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan.
- Kemandirian; mempunyai sifat yang mandiri dalam cara berfikir, dan bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku dilingkungannya.
- Mampu menilai secara realistik; dapat menghadapi situasi dengan kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan sebagai sesuatu yang sempurna.
- Memiliki filsafat hidup; mengarahkan hidupnya dengan berdasarkana filsafat hidup berakar dari keyakinan agama yang dianutnya.
- Berorientasi keluar (ekstrovert); bersifat respek, empati terhadap orang lain, memiliki kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah yang terdapat dilingkungannya dan bersifat fleksibel dalam berfikir, menghargai dan menilai orang lain misalnya dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan orang lain, karena kekecewaan dirinya.
- Berbahagia; situasi kehidupannya diwarnai dengan kebahagian, yang didukung faktor-faktor achiement (prestasi), acceptance (penerimaan), dan affection (kasih sayang).
- Penerimaan sosial; mau berpartisipasi aktif di kegiatan sosial dan mempunyai sikap bersahabat dalam berhubungan terhadap orang lain.
- Berorientasi tujuan; dapat memutuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya yang berdasarkan pertimbangna secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan.
- Mampu mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustasi, depresi, atau stress secara positif atau konstrutik, tidak desktruktif (merusak).
- Menerima tanggung jawab; dia memiliki keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya.
- Ciri-Ciri Kepribadian Tak Sehat
- Mudah marah (tersinggung)
- Hiperaktif
- Sulit tidur
- Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas
- Pesimis dalam menghadapi kehidupan
- Sering tertekan (stress atau depresi)
- Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan
- Bersikap kejam atua senang mengganggu orang lain yang usianya jauh lebih muda atau tdengan binatang
- Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang walaupun sudah diperingati atau dihukum
- Senang mengkritik.mencemooh orang lain
- Kurang bergairah (bermuram durja) di kehidupan yang dijalani
- Kurang mempunyai kesadaran untuk mentaati ajaran agama
- Sering mengalami pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan faktor yang bersifat organis
2.5
Faktor-faktor Penentu Kepribadian
Kepribadian
seseorang dihasilkan oleh faktor keturunan, lingkungan dan kondisi situasional
(Stephen dan Timothy, 2008:127), antara lain:
- Faktor Keturunan Faktor keturunan ditransimisikan melalui ”gen”, yang berada dalam kromosom, yang menentukan keseimbangan hormon, bentuk fisik, dan menentukan atau membentuk kepribadian. Kepribadian tidak seluruhnya dipengaruhi oleh faktor keturunan, faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi bentuk kepribadian seseorang
- Faktor Lingkungan Faktor lingkungan yang dapat memberikan tekanan kepada kepribadian seseorangadalah kultur masyarakat dimana seseorang dibesarkan, norma-norma keluarga, teman-teman dan kelompok sosial,serta pengaruh-pengaruh lain yang kita alami. Kultur akan membentuk norma, sikap, dan nilai-nilai yang diwariskan dari satu generasi ke genarasi berikutnya yang terus menerus berlangsung secara konsisten
- Kondisi Situasional Kondisi situsional dapat mempengaruhi efek dari faktor-faktor keturunan dan lingkungan terhadapa kepribadian. Kepribadian seseorang meskipun relatif stabil dan konsisten, namun dapat berubah pada situasi-situasi yang berbeda. Tuntutan yang berbeda pada situasi yang berbeda dapat menimbulkan reaksi dan aspek yang berbeda pada kepribadian seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya tidak melihat corak kepribadian secara terisolasi, tetapi juga mengetahui bahwa situasi-situasi tertentu lebih relevan dari situasi-situasi lain dalam mempengaruhi kepribadian sehingga dapat dilihat adanya perbedaan-perbedaan individual yang signifikan.
2.6
Identifikasi Kepribadian
Terdapat
sejumlah upaya awal untuk mengidentifikasi sifat-sifat utama yang mengatur
perilaku. Seringnya, upaya ini sekadar menghasilkan daftar panjang sifat yang
sulit untuk digeneralisasikan dan hanya memberikan sedikit bimbingan praktis
bagi para pembuat keputusan organisasional. Dua pengecualian adalah
Myers-Briggs Type Indicator dan Model Lima Besar. Selama 20 tahun hingga saat
ini, dua pendekatan ini telah menjadi kerangka kerja yang dominan untuk
mengidentifikasi dan mengklasifikasikan sifat-sifat seseorang.
· Myers-Briggs Type Indicator
Myers-Briggs Type Indicator (MBTI)[7] adalah tes kepribadian menggunakan empat karakteristik dan mengklasifikasikan individu ke dalam salah satu dari 16 tipe kepribadian. Berdasarkan jawaban yang diberikan dalam tes tersebut, individu diklasifikasikan ke dalam karakteristik ekstraver atau introver, sensitif atau intuitif, pemikir atau perasa, dan memahami atau menilai. Instrumen ini adalah instrumen penilai kepribadian yang paling sering digunakan. MBTI telah dipraktikkan secara luas di perusahaan-perusahaan global seperti Apple Computers, AT&T, Citgroup, GE, 3M Co., dan berbagai rumah sakit, institusi pendidikan, dan angkatan bersenjata AS.
Myers-Briggs Type Indicator (MBTI)[7] adalah tes kepribadian menggunakan empat karakteristik dan mengklasifikasikan individu ke dalam salah satu dari 16 tipe kepribadian. Berdasarkan jawaban yang diberikan dalam tes tersebut, individu diklasifikasikan ke dalam karakteristik ekstraver atau introver, sensitif atau intuitif, pemikir atau perasa, dan memahami atau menilai. Instrumen ini adalah instrumen penilai kepribadian yang paling sering digunakan. MBTI telah dipraktikkan secara luas di perusahaan-perusahaan global seperti Apple Computers, AT&T, Citgroup, GE, 3M Co., dan berbagai rumah sakit, institusi pendidikan, dan angkatan bersenjata AS.
· Model Lima Besar
Myers-Briggs Type Indicator kurang memiliki bukti pendukung yang valid, tetapi hal tersebut tidak berlaku pada model lima faktor kepribadian -yang biasanya disebut Model Lima Besar. Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah besar penelitian mendukung bahwa lima dimensi dasar saling mendasari dan mencakup sebagian besar variasi yang signifikan dalam kepribadian manusia. Faktor-faktor lima besar mencakup ekstraversi, mudah akur dan bersepakat, sifat berhati-hati, stabilitas emosi, dan terbuka terhadap hal-hal baru.
Myers-Briggs Type Indicator kurang memiliki bukti pendukung yang valid, tetapi hal tersebut tidak berlaku pada model lima faktor kepribadian -yang biasanya disebut Model Lima Besar. Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah besar penelitian mendukung bahwa lima dimensi dasar saling mendasari dan mencakup sebagian besar variasi yang signifikan dalam kepribadian manusia. Faktor-faktor lima besar mencakup ekstraversi, mudah akur dan bersepakat, sifat berhati-hati, stabilitas emosi, dan terbuka terhadap hal-hal baru.
2.7
Menilai Kepribadian
Kesan pertama memang menentukan
segalanya. Saat dua orang bertemu untuk pertama kalinya mereka akan saling
menilai satu sama lainnya.
1. Jabat tangan
Berdasarkan survei dari Quora, sebuah portal tanya jawab mengungkapkan bahwa mereka banyak menilai orang berdasarkan jabat tangannya.
Jabat tangan yang kuat biasanya mencerminkan karakter yang kuat dan percaya diri. Sedangkan jabat tangan yang lemah menunjukkan kurangnya kepercayaan diri. Ini juga menunjukkan karakteristik orang yang selalu mencari jalan mudah dalam berbagai hal," tulis Julian Parge, salah satu peserta survei Quora, dikutip dari Business Insider. Ada sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa jabat tangan bisa mengungkapkan beberapa aspek kepribadian Anda. Satu studi menemukan bahwa orang yang berjabat tangan dengan erat menunjukkan bahwa dia adalah sosok yang ekstrovert. Selain itu, mereka juga seringkali ekspresif dalam menyampaikan emosinya dan tak tidak pemalu.
1. Jabat tangan
Berdasarkan survei dari Quora, sebuah portal tanya jawab mengungkapkan bahwa mereka banyak menilai orang berdasarkan jabat tangannya.
Jabat tangan yang kuat biasanya mencerminkan karakter yang kuat dan percaya diri. Sedangkan jabat tangan yang lemah menunjukkan kurangnya kepercayaan diri. Ini juga menunjukkan karakteristik orang yang selalu mencari jalan mudah dalam berbagai hal," tulis Julian Parge, salah satu peserta survei Quora, dikutip dari Business Insider. Ada sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa jabat tangan bisa mengungkapkan beberapa aspek kepribadian Anda. Satu studi menemukan bahwa orang yang berjabat tangan dengan erat menunjukkan bahwa dia adalah sosok yang ekstrovert. Selain itu, mereka juga seringkali ekspresif dalam menyampaikan emosinya dan tak tidak pemalu.
2.Minum
dari cangkir
"Seseorang
yang melihat ke dalam cangkir ketika sedang minum cenderung lebih mawas diri,
sadar diri, idealis dan fokus," kata responden David Junto.
"Seseorang yang melihat bibir cangkir ketika minum, cenderung mudah dipengaruhi orang lain, lebih sadar lingkungan, riang, ekstrovert dan mudah percaya."
3. Menggigit kuku
Penelitian mengungkapkan bahwa mereka yang suka menggigit kuku atau menarik rambut dan menggaruk kulit kepala adalah orang yang cenderung perfeksionis. Selain itu, mereka juga sosok orang yang tak bisa sepenuhnya santai.
4. Tulisan tangan
Tulisan tangan seseorang bisa bicara banyak tentang diri.
Grafologis Kathi McKnight mengungkapkan penggunaan huruf dalam ukuran besar dalam tulisan seseorang menunjukkan bahwa seseorang tersebut punya orientasi. Sedangkan huruf yang kecil menunjukkan bahwa seseorang tersebut orang yang tertutup. Huruf yang miring ke kiri dan kanan berarti seseorang tersebut ramah namun sentimental. Huruf yang miring ke kiri adalah pertanda sosok yang introspektif. Sedangkan huruf yang tegak berarti pragmatis.
5. Seberapa sering memeriksa ponsel
Di zaman sekarang, cukup sulit untuk lepas dari ponsel. namun seberapa sering seseorang melihat ponsel juga bisa jadi penanda tipe kepribadian.
Ketika seseorang terlalu sering melirik ponsel untuk cek email atau sekadar memperbaharui status media sosial, ini bisa berarti kalau seseorang kurang stabil secara emosional dan mencoba untuk meningkatkan suasana hati.
6. Kontak mata
Psikolog Adrian Furnham dalam Psychology Today mengungkapkan bahwa orang yang membuat kontak mata berarti orang yang percaya diri dan dominan secara sosial.
"Seseorang yang melihat bibir cangkir ketika minum, cenderung mudah dipengaruhi orang lain, lebih sadar lingkungan, riang, ekstrovert dan mudah percaya."
3. Menggigit kuku
Penelitian mengungkapkan bahwa mereka yang suka menggigit kuku atau menarik rambut dan menggaruk kulit kepala adalah orang yang cenderung perfeksionis. Selain itu, mereka juga sosok orang yang tak bisa sepenuhnya santai.
4. Tulisan tangan
Tulisan tangan seseorang bisa bicara banyak tentang diri.
Grafologis Kathi McKnight mengungkapkan penggunaan huruf dalam ukuran besar dalam tulisan seseorang menunjukkan bahwa seseorang tersebut punya orientasi. Sedangkan huruf yang kecil menunjukkan bahwa seseorang tersebut orang yang tertutup. Huruf yang miring ke kiri dan kanan berarti seseorang tersebut ramah namun sentimental. Huruf yang miring ke kiri adalah pertanda sosok yang introspektif. Sedangkan huruf yang tegak berarti pragmatis.
5. Seberapa sering memeriksa ponsel
Di zaman sekarang, cukup sulit untuk lepas dari ponsel. namun seberapa sering seseorang melihat ponsel juga bisa jadi penanda tipe kepribadian.
Ketika seseorang terlalu sering melirik ponsel untuk cek email atau sekadar memperbaharui status media sosial, ini bisa berarti kalau seseorang kurang stabil secara emosional dan mencoba untuk meningkatkan suasana hati.
6. Kontak mata
Psikolog Adrian Furnham dalam Psychology Today mengungkapkan bahwa orang yang membuat kontak mata berarti orang yang percaya diri dan dominan secara sosial.
BAB 3
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Kepribadian
adalah karakteristik psikologis seseorang yang menentukan dan merefleksikan
bagaimana seseorang merespon lingkungannya. Berdasarkan definisi ini maka bisa
disimpulkan bahwa yang ditekankan adalah karakter-karakter internal termasuk
didalamnya berbagai atribut, sifat, tindakan yang membedakan dengan orang lain.
Secara praktis konsep kepribadian dapat didefinisikan sebagai seperangkat pola
perasaan, pemikiran dan perilaku yang unik yang menjadi standar respon konsumen
untuk berbagai situasi. Kepribadian bertujuan untuk mengenal sesama manusia
baik sifatnya maupun tipe kepribadian masing-masing dan saling berhubungan
antara sifat dan sikap.